Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Selasa, Oktober 09, 2012

DOA BAPA KAMI

( Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Rabu, 10 Oktober 2012 )

Keluarga Fransiskan OFM: Peringatan Santo Daniel dkk., Martir

Pada suatu kali Yesus berdoa di suatu tempat. Ketika Ia selesai berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya. Jawab Yesus kepada mereka, “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa-dosa kami sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.” (Luk 11:1-4)
Bacaan Pertama: Gal 2:1-2,7-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1-2

“Ampunilah kami akan dosa-dosa kami sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami” (Luk 11:4).

Seorang murid Yesus meminta kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa” (Luk 11:1). Kemudian Yesus mengajarkan “Doa Bapa Kami” kepada mereka. Dalam bagian akhir doa itu disinggung soal pengampunan. Kita mengetahui betapa sering Yesus mengatakan kepada kita bahwa segala sesuatu yang kita katakan haruslah riil, harus keluar dari hati, harus murni dan bebas dari kemunafikan. Di sini jelas Yesus mengajar kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita, pengampunan yang keluar dari dalam hati kita manakala kita berdoa, dengan demikian diri kita akan terbuka dan mampu untuk menerima pengampunan dari Bapa surgawi atas dosa-dosa kita.

Apabila kita tidak mengampuni, maka kita sungguh menderita sakit di dalam batin dan kita menghalangi jalan kepada kasih pengampunan Allah. Seorang Kristiani tak boleh mendendam, karena hal itu berasal dari daging, bukan dari roh. Roh Kristus selalu merupakan Roh pengampun. Ketika Yesus memperingatkan kita agar tidak menghakimi orang-orang lain, maka yang dimaksudkan-Nya adalah kita tidak membangkitkan tulang-tulang mati dari luka-luka masa lampau. Sebaliknya kita harus memohon kepada Allah supaya “membanjiri” orang-orang itu dengan pengampunan-Nya yang menyembuhkan.

Apabila kita merasa hal ini susah untuk dilakukan, maka kita perlu minta kepada Allah karunia yang paling besar itu, yaitu karunia kesembuhan, kasih yang mengampuni. Yesus tidak akan menolak permintaan kita seperti itu. Dia mengetahui dengan lebih baik daripada siapa pun juga bagaimana esensialnya karunia itu bagi kehidupan dan kesehatan rohani kita. Berikut ini adalah sebuah doa yang dapat kita gunakan untuk memohon kepada Yesus agar kepada kita dapat diberikan roh penyembuhan-pengampunan yang sangat berharga itu.

DOA: Tuhan Yesus, aku percaya akan kasih-Mu bagiku yang tanpa batas. Aku berterima kasih kepada-Mu untuk kesetiaan-Mu kepadaku. Aku memuji Engkau untuk kasih-Mu kepadaku yang penuh pengampunan. Engkau mengetahui, ya Tuhan, dosa-dosa apa saja yang telah melukai diriku, dan bagaimana semua itu terjadi. Yesus, bebaskanlah aku dari segala penolakanku. Penuhilah diriku dengan Roh Kudus-Mu, ya Yesus, Roh kasih-Mu yang penuh kuasa untuk mengampuni. Bagikanlah kasih-Mu yang sempurna dengan diriku, agar aku dapat mengampuni semua orang yang pernah bersalah kepadaku, mereka yang pernah menyakiti hatiku. Aku ingin mengampuni mereka sesuai dengan cara-cara yang Kauajarkan. Tuhan Yesus, aku mohon berkat istimewa dari-Mu atas anak-anak Bapa yang telah menyebabkan aku menderita dan terhina. Dari kedalaman hatiku aku mengampuni setiap pribadi yang telah bersalah kepadaku itu. Berikanlah kepada mereka kasih-Mu secara berlimpah, ya Tuhan Yesus, agar mereka dapat disembuhkan dari luka-luka apa pun dalam kehidupan mereka yang telah menyebabkan mereka melukai orang-orang lain. Aku mengasihi Engkau, Tuhan Yesus yang mahapengampun, karena Engkau membawa kesembuhan ke dalam hidupku. Sembuhkanlah aku, ya Tuhan dan buatlah aku senantiasa terbuka bagi kuasa kasih-Mu. Ampunilah mereka yang sekarang kuampuni, agar kami dapat dipersatukan kembali dalam Hati-Mu. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu, ya Yesus, dan terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Kepada saudari dan saudara anggota keluarga besar Fransiskan, saya menganjurkan agar dalam kesempatan ini membaca dan merenungkan kembali tulisan Santo Fransiskus dari Assisi: “URAIAN DOA BAPA KAMI” yang terdapat dalam Leo Laba Ladjar OFM, KARYA-KARYA FRANSISKUS DARI ASISI”, hal. 280-283.

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan