"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Selasa, Disember 25, 2012

HIDUP YANG SENANTIASA DIPENUHI DAN DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS


(Bacaan Pertama Misa Kudus, PESTA SANTO STEFANUS, MARTIR PERTAMA, Oktaf Natal – Rabu, 26 Desember 2012)

Stefanus, yang penuh dengan anugerah dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut Orang-orang Merdeka – mereka berasal dari Kirene dan Aleksandria – bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Mereka berdebat dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, hati mereka sangat tertusuk. Mereka menyambutnya dengan kertak gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Tetapi berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga, mereka menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang pemuda yang bernama Saulus. Sementara mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” (Kis 6:8-10; 7:54-59)

Mazmur Tanggapan: Mzm 31:3-4,6,8,16-17; Bacaan Injil: Mat 10:17-22

Pada hari ini, hanya satu hari setelah Hari Raya Natal, kita menghormati Santo Stefanus, murid Yesus pertama yang mati sebagai martir-Nya. Stefanus adalah salah satu dari 7 (tujuh) orang diakon pertama dalam Gereja awal, yang ditugaskan untuk melayani distribusi keperluan sehari-hari kepada umat sebagian umat Gereja Yerusalem, yaitu para janda yang berasal dari orang-orang Yahudi yang berbicara dalam bahasa Yunani (Kis 6:1-6). Apakah job qualification bagi Stefanus dan enam orang lainnya untuk menjadi diakon dalam Gereja? “Terkenal baik dan penuh Roh dan hikmat” (Kis 6:3). Tentang Stefanus, “Kisah para Rasul” mencatat: “… mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus …” (Kis 6:5). Stefanus begitu dipenuhi dengan Roh Kudus, sehingga dengan penuh keberanian berkhotbah di jalan-jalan dan membuat mukjizat-mukjizat sebagaimana telah diperbuat oleh Yesus.

Ketika Stefanus ditangkap dan dibawa ke hadapan Mahkamah Agama, Roh Kudus memberikan kepadanya kata-kata pembelaan diri untuk diucapkan, seperti yang telah dijanjikan oleh Yesus kepada setiap murid-Nya: “Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis di rumah-rumah ibadat atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu khawatir bagaimana kamu harus membela diri dan apa yang harus kamu katakan. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan” (Luk 12:11-12; bdk. Mat 10:19-20). Bahkan ketika dia sedang ditimpuki batu oleh para penganiayanya, sesaat sebelum kematiannya, Stefanus masih mampu (dimampukan) untuk berbicara kebenaran dan memberitakan belas kasih Allah terhadap para musuhnya: “Tuhan, janganlah tanggung dosa ini kepada mereka!” (Kis 7:60).

Kata-kata terakhir yang diserukan oleh Stefanus ini tidak datang kepadanya secara ajaib. Kata-kata ini adalah ekspresi terakhir dari seseorang yang hidupnya secara total bergantung pada Roh Kudus, dan kata-kata itu adalah suatu pencerminan dari apa yang Roh Kudus ingin lakukan untuk kita. Roh Kudus ingin mentransformir kita ke dalam keserupaan dengan Yesus. Selagi kita belajar untuk menyerahkan mindsets kita, asumsi-asumsi kita, rencana-rencana kita, bahkan afeksi-afeksi kita pada Tuhan, kita pun akan dibentuk dan diubah oleh Roh Kudus-Nya. Kita akan menemukan kuat-kuasa yang kita perlukan untuk dapat ke luar dalam kasih dan berjumpa dengan orang-orang lain, bahkan para “musuh” kita, yang mendzolomi kita, yang membenci kita.

Yesus datang ke tengah dunia untuk mengundang kita ke dalam hidup yang senantiasa dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus (Inggris: A Spirit filled and Spirit led life). Sesungguhnya kita sudah memiliki potensi untuk hal ini dalam hati kita. Allah yang hidup berdiam dalam diri kita oleh kuasa Roh Kudus. Ia telah ada di sana, menantikan kita untuk berbalik kepada-Nya dan menerima kuat-kuasa-Nya. Hadiah Natal apa lagi yang lebih baik yang mungkin kita terima?

Setiap pagi, baiklah kita memberikan hati kita kepada Roh Kudus. Dan dengan berjalannya hari, kita tidak boleh lengah mendengarkan bisikan-bisikan Roh Kudus, kata-kata-Nya yang penuh kasih, bimbingan-Nya dan koreksi-koreksi-Nya atas berbagai kesalahan/dosa kita. Selagi kita melakukan semua ini, kita pun akan melihat terjadinya perubahan dalam diri kita. Kita menjadi lebih sabar, berbicara dengan lebih lemah lembut, membuang sikap yang suka menghakimi orang lain, bahkan dimampukan untuk mengasihi mereka yang mendzolomi diri kita, yang tidak memahami kita, yang membenci kita – semua ini dimungkinkan karena kita telah mendengarkan suara Roh Kudus.

DOA: Roh Kudus Allah, Engkau adalah sumber kekuatanku, pengharapanku, dan kasihku. Lebarkanlah pintu gerbang hatiku sehingga sang Raja Damai dapat masuk ke dalamnya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 10:17-22), bacalah tulisan yang berjudul “KAMU AKAN DIBENCI SEMUA ORANG OLEH KARENA NAMA-KU” (bacaan tanggal 26-12-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 11-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2012.

Cilandak, 18 Desember 2012

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan