Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Selasa, April 01, 2014

SIAPAKAH YESUS INI?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Prapaskah – Rabu, 2 April 2014)


Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Lalu Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata, Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa saja yang tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Saatnya akan tiba dan sudah tiba bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Aku tidak dapat berbuat apa pun dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yoh 5:17-30)

Bacaan Pertama: Yes 49:8-15; Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9,13-14,17-18

Bayangkanlah diri anda sebagai salah seorang Yahudi yang baru saja menyaksikan Yesus menyembuhkan orang lumpuh di dekat kolam Betesda. Mukjizat itu membuat anda merasa takjub dan sungguh menarik perhatian anda. Namun sekarang anda mendengar Yesus mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri yang “membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya”, serta menyebut diri-Nya sebagai Anak yang juga “menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya” dan menerima wewenang dari Bapa untuk melakukan semua “penghakiman” atas manusia (Yoh 5:21-22). Tradisi Yahudi anda mengajarkan bahwa hanyalah Allah yang membangkitkan orang-orang mati, memberikan kehidupan dan juga menghakimi. Oleh karena itu anda mulai bertanya dalam hati, siapakah Yesus ini? Apakah Ia sungguh mengklaim diri-Nya sebagai Allah? Apakah Ia sang Mesias yang telah dijanjikan Allah? Ataukah Ia hanya seorang nabi palsu, seorang yang berpikiran tidak waras?

Pada zaman modern ini, sekitar 2.000 tahun setelah peristiwa ini terjadi, pertanyaan tentang “Siapakah Yesus ini?” masih ada. Perwahyuan melalui kuasa Roh Kudus, kesaksian dari kepercayaan-kepercayaan dan tradisi-tradisi, bukti-bukti sejarah – semuanya menunjukkan kepada kita arah yang benar, namun tidak mengecualikan kita dari kewajiban untuk menjawab pertanyaan itu bagi diri kita sendiri. Masing-masing kita harus bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah aku sungguh percaya bahwa Yesus adalah sang Mesias (Kristus), Dia yang dijanjikan, Anak (Putera) Allah, Dia yang satu dengan Bapa? Apakah aku percaya bahwa Dia wafat dan bangkit dari antara orang mati seturut Kitab Suci dan sekarang Dia duduk di sebelah kanan Bapa? Apakah aku percaya bahwa Yesus ingin mensyeringkan hidup-Nya sendiri dengan diriku dan menjalin relasi pribadi dengan diriku melalui kuasa Roh Kudus-Nya.

Masa Prapaskah adalah masa untuk memusatkan perhatian kita secara baru pada kematian dan kebangkitan Yesus. Ini adalah masa bagi suatu pandangan segar pada ketaatan tanpa kompromi dari Yesus pada rencana Bapa surgawi untuk menyelamatkan dan menebus kita. Hanya dengan mempercayai sepenuh hati bahwa Yesus adalah menurut apa yang dikatakan-Nya tentang diri-Nya sendiri, maka kita akan mulai memahami rencana besar keselamatan ini.

Pada masa Prapaskah ini, marilah kita mengakui dengan lebih mendalam bahwa Yesus adalah Tuhan atas hidup kita. Marilah kita juga mengungkapkan iman-kepercayaan kita bahwa Yesus adalah sungguh sang Juruselamat dan janji-janji-Nya benar. Marilah kita menggantungkan diri pada-Nya sepenuhnya, berharap pada-Nya saja. Yesus adalah sungguh andalan kita!

DOA: Yesus, Engkau adalah Putera Allah yang diutus oleh Bapa surgawi untuk membangkitkan orang-orang mati dan memberi kehidupan kepada mereka. Aku percaya bahwa Engkau hidup dan aktif dalam kehidupanku sekarang, dan bahwa pada suatu hari kelak aku akan berjumpa dengan Engkau – muka ketemu muka. Amin.


Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan