Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Jumaat, September 06, 2013

SETIAP HARI ALLAH MENAWARKAN ANGGUR BARU KEPADA KITA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Jumat, 6 September 2012)

Orang-orang Farisi itu berkata lagi kepada Yesus, “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa pada waktu mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Ia menyampaikan juga suatu perumpamaan kepada mereka, “Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorang pun menuang anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.” (Luk 5:33-39)

Bacaan Pertama: Kol 1:15-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5

Lewi, seorang pemungut cukai sedang duduk di “kantor”-nya (tempat pemungutan cukai) ketika Yesus memanggilnya (Luk 5:27-28). Lewi langsung bangkit dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia sebagai murid-Nya. Entusiasme Lewi begitu besar sehingga dia mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain diundangnya juga agar dapat berjumpa dengan Dia serta turut makan bersama-sama dengan-Nya (lihat Luk 5:29). Ini adalah setting dari perjumpaan Yesus dengan orang-orang Farisi yang kita baca dalam Injil hari ini

Yesus makan bersama dengan para pemungut pajak dan “orang-orang berdosa” lainnya, jenis-jenis orang yang justru dihindari oleh orang-orang Farisi. Mereka mencoba menjebak Yesus dengan melontarkan pertanyaan kepada para murid-Nya sambil bersungut-sungut: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Luk 5:30). Yesus langsung menjawab mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (Luk 5:31-32).

Lalu orang-orang Farisi itu melontarkan lagi pertanyaan-jebakan yang berkaitan dengan puasa dan doa, bahkan dengan membanding-bandingkan para murid-Nya dengan murid-murid Yohanes Pembaptis dan murid-murid orang Farisi sendiri: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum” (Luk 5:33). Yesus menjawab bahwa waktu ini adalah waktu untuk bergembira karena Allah baru saja mendatangkan suatu kunjungan baru kuasa-Nya, rahmat-Nya, dan kasih-pemeliharaan-Nya bagi Lewi dan kawan-kawannya. Yesus tidak datang untuk menghancurkan hukum-hukum dan tradisi-tradisi yang berlaku. Berpuasa dan berdoa memang suatu keharusan, namun Yesus – sang mempelai laki-laki – sedang berada bersama mereka. Ini adalah waktu untuk bergembira penuh sukacita dalam kehadiran-Nya dan merangkul segala berkat yang diberikan oleh-Nya.

Kenyataan bahwa Lewi menerima Yesus menunjukkan bahwa untuk minum anggur baru yang ditawarkan Yesus, kita perlu memiliki hati yang baru. Kita perlu berjalan melalui suatu perubahan dalam pemikiran dan tindakan kita. Mengapa bagi orang-orang Farisi kelihatannya begitu sulit untuk mengalami perubahan seperti yang dialami Lewi? Memang sulit, karena kita dapat dengan mudah merasa nyaman dalam cara-cara kita melakukan segala sesuatu, bahkan dalam cara kita mengikuti Yesus. Memang sedih kalau kita memikirkan bahwa ada banyak orang yang bahkan mencicipi anggur baru saja mereka tidak mau, karena mereka mengatakan “anggur yang lama” sudah cukup baik.

Setiap hari Allah menawarkan “anggur baru” kepada kita melalui kehadiran Roh Kudus-Nya dalam hati kita masing-masing. Setiap hari Roh Kudus memberikan kepada kita kesempatan-kesempatan atau peluang-peluang yang segar kepada kita agar kita dapat bertumbuh dalam pemahaman dan devosi kita kepada Allah. Pada hari ini, marilah kita mencari Yesus dengan segenap hati kita dan percaya pada kehadiran Roh Kudus dalam diri kita. Selagi kita melakukannya, maka pernyataan kasih Allah bagi kita akan menjadi suatu realitas yang hidup. Kita akan menjadi seperti kantong anggur baru yang diisi dengan anggur baru, yang dapat semakin matang menjadi anggur yang istimewa dan sungguh menyenangkan hati-Nya.

DOA: Bapa surgawi, aku masuk melalui pintu gerbang-Mu dengan nyanyian syukur (Mzm 100:4)! Penuhi diriku dengan anggur baru dari kuasa-Mu dan kehadiran-Mu sehingga dengan demikian aku dapat mengikuti jejak Yesus Kristus, Putera-Mu terkasih, dengan lebih setia lagi. Terima kasih untuk kasih-Mu dan berkat-berkat-Mu dalam kehidupanku. Amin.


Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan