Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Khamis, September 17, 2015

PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG MELAYANI YESUS DAN ROMBONGAN-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIV – Jumat, 18 September 2015)
Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Yosef dari Copertino, Imam 
stdas0158-FAITHFUL WOMEN
Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat dan berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan harta milik mereka. (Luk 8:1-3) 

Bacaan Pertama:  1 Tim 6:2c-12; Mazmur Tanggapan: Mzm 49:6-9,17-20 
Kemurahan-hati yang sejati mengalir dari hati yang penuh rasa syukur. Dalam catatan singkatnya tentang perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dan rombongan-Nya serta melayani mereka semua dengan menggunakan sumber daya yang mereka miliki, Santo Lukas memberikan kepada kita sebuah gambaran tentang kemurahan-hati yang luarbiasa. Siapakah sebenarnya perempuan-perempuan itu? Kitab Suci hanya memberikan kepada kita sedikit informasi. Maria Magdalena – yang hidup di bawah pengaruh roh-roh jahat sebelum Yesus membebaskan dirinya (Luk 8:2). Perempuan yang satu ini mendapat privilese sebagai orang pertama yang melihat Yesus yang sudah bangkit (bacalah Yoh 20:11-18). Sebagai istri dari bendahara raja Herodes Antipas, Yohana adalah seorang tuan puteri yang kaya (Luk 8:3). Tentu saja dua perempuan itu tidak akan pernah bertemu satu sama lain dalam keadaan yang berbeda.
Apa yang menyebabkan perempuan-perempuan yang berlatar-belakang berlainan ini sampai berkumpul bersama dalam satu kelompok yang menyatukan mereka, sebuah kelompok dengan ikatan persahabatan, pelayanan bersama dan kesetiaan kepada Yesus? Tentunya Yesus dan pesan-Nya tentang Kerajaan Allah telah mentransformasikan mereka. Tidak seperti para rasul yang duabelas orang itu, yang terkadang masih saja mencari prestise, perempuan-perempuan ini tidak mencari posisi atau menuntut pengakuan status. Yesus telah menyentuh hati mereka dengan begitu mendalam sehingga mereka bersedia untuk melakukan pekerjaan bagi-Nya, bahkan pekerjaan yang kelihatan tak berarti: mereka ada demi pelayanan kepada-Nya.
Sekarang, apakah kita lebih menyerupai para rasul – yang masih memiliki minat dalam hal status – ataukah seperti para perempuan itu, yang puas melayani Yesus walaupun tidak kelihatan orang-orang lain dan dengan penuh kemurahan-hati? Karena dosa Adam dan Hawa kita memiliki kodrat yang cenderung berdosa, dan kecenderungan kita adalah ingin dilayani dan ditempatkan dalam posisi nomor satu dan menghindar dari pemberian-diri kita sendiri. Kita harus mengakui bahwa kebanyakan dari kita lebih suka untuk tidak mengambil tempat rendah sebagai pelayan-pelayan yang mendahulukan pemenuhan kebutuhan orang-orang lain daripada kebutuhan mereka sendiri. Perempuan-perempuan ini yang berkorban begitu banyak untuk/demi melayani Yesus, adalah sebuah contoh indah bagi kita tentang transformasi yang Allah ingin lakukan dalam hati kita masing-masing.
Sementara bukanlah kodrat kita untuk menyerahkan hidup kita guna melayani dengan rendah hati, kita semua dipanggil untuk melayani Yesus seturut contoh yang diberikan oleh perempuan-perempuan itu. Hal ini benar, teristimewa dalam kehidupan keluarga kita. Para pasutri, orangtua, anak-anak – kita semua dipanggil untuk saling melayani. Dalam artian yang lebih luas, kita juga dipanggil untuk melayani orang-orang dalam lingkungan kita,di paroki kita, di tempat kerja kita, dan di komunitas-komunitas lainnya di mana kita adalah anggota.
Saudari dan Saudari yang terkasih, marilah kita meminta kepada Yesus agar supaya menunjukkan kepada kita bagaimana kita masing-masing dapat melayani orang-orang lain. Selagi kita melangkah dalam iman dan rasa percaya, maka Dia akan memberikan kepada kita hati yang benar, yaitu hati yang dipenuhi dengan cintakasih kepada orang-orang lain.
DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah “seorang” Pelayan/Hamba yang tidak banyak omong. Kasih-Mu kepada diriku tidak mengenal batas. Bagaimana aku dapat membalas segala sesuatu yang telah Engkau lakukan bagi diriku? Tunjukkanlah kepadaku bagaimana caranya untuk menyenangkan-Mu. Amin.
Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 8:1-3), bacalah tulisan yang berjudul “PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG SETIA” (bacaan tanggal 18-9-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2015. 
Cilandak,  15 September 2015 [Peringatan SP Maria Berdukacita]
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan