Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Ahad, Mac 24, 2013

HAMBA-KU, YANG KEPADANYA AKU BERKENAN


(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI ISNIN DALAM MINGGU SUCI – 25 Mac 2013

Lihat, itu hamba-Ku yang Ku pegang, orang pilhan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hokum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah tekulai tidak akan diputuskannya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan di padamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hokum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hokum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
Beginilah firman Allah, Tuhan (YHWH), yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya,yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:”Aku ini, YHWH, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberikan engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. (Yesaya 42:1-7)

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1-3,13-14; Bacaan Injil: Yoh 12:1-11

“Lihat, itu hamba-Ku yang Ku pegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan” (Yes 42:1).
Siapakah yang dimaksudkan dengan “hamba” di sini? Tentu saja kita dapat mengatakan bahwa “hamba” itu adalah Yesus, namun sebenarnya itu bukan satu-satunya jawaban. Karena kita semua dibaptis ke dalam Kristus, maka setiap orang yang dipersatukan dengan Dia dalam iman dapat juga mengklaim bagi diri mereka gelar “hamba Tuhan”. Setiap kita adalah pilihan Allah, dan Ia merasa senang dengan kita masing-masing.

Kata-kata ini memang menghibur, namun juga mengandung suatu tantangan. “Aku ini, YHWH, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa” (Yes 42:6) Allah telah “memegang tangan kita”, tidak hanya demi kita sendiri namun juga demi dunia di sekeliling kita. Sebagaimana Dia memanggil Yesus, sekarang Dia juga memanggil kita untuk “menegakkan hukum di bumi” dan untuk menjadi “terang untuk bangsa-bangsa” (Yes 42:4,6).
Menegakkan hukum sejatinya adalah menegakkan keadilan. Bagaimana Allah dapat mengharapkan hal seperti ini dari kita? Kadang-kadang, kelihatannya suatu perjuangan besar walaupun sekadar menegakkan keadilan dalam hati kita sendiri, apalagi dalam kehidupan orang-orang di sekeliling kita. Akan tetapi, inilah sebabnya mengapa Tuhan Allah telah memberikan kepada kita Roh Kudus-Nya (Yes 42:1). Dipenuhi dengan rasa percaya dan kekuatan ilahi, setiap anggota Tubuh Kristus dapat membuat suatu perbedaan.

Bagaimana tampaknya “keadilan” itu? Secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa “keadilan” itu kelihatan seperti kehidupan Yesus sebagai manusia. Hal itu berarti memperlakukan para warga masyarakat yang terlantar dengan lemah-lembut dan respek (Yes 42:3). Hal itu berarti mengunjungi penjara guna menyambut seorang tetangga yang baru dibebaskan dan membawanya jalan-jalan keliling kota dan mampir di warkop (Yes 42:7). Hal itu berarti tidak membuat diri kita sebagai pusat perhatian orang banyak melainkan dengan tidak banyak bicara melakukan pekerjaan kita sehari-hari dengan jujur dan menolak untuk ikut serta dalam praktek-praktek yang tidak benar atau menyimpang (Yes 42:2).Hal itu berarti berbicara membela hak-hak orang miskin, mereka yang belum lahir, mereka yang menjadi korban ketidakadilan. Hal itu berarti memberikan diri kita sepenuhnya kepada orang-orang miskin secara materiil, emosional dan spiritual, karena kita tahu dengan melakukan semua itu kita sebenarnya sedang meminyaki kaki Yesus (Yoh 12:1-8). Akhirnya, hal itu berarti tidak mengharapkan untuk melihat hasil akhir dari kerja kita melainkan bekerja dengan sabar dan menantikan Tuhan untuk bertindak dalam waktu-Nya (Mzm 27:14).

DOA: Tuhan, Engkau adalah terangku dan keselamatanku, dengan demikian aku menolak untuk menjadi takut. Ya Tuhan, aku memang diserang oleh para penjahat dan para musuh dan lawanku – termasuk keragu-raguanku dan keterbatasan-keterbatasanku sendiri. Namun aku tahu bahwa mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh, dan aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! (bdk. Mzm 27:1,2,13). Amin.

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan