Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Ahad, Mei 27, 2012

KITA MEMBUTUHKAN PERTOBATAN BATIN YANG SEJATI

( Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VIII – Senin, 28 Mei 2012 )

Pada waktu Yesus meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seseorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya, “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus, “Mengapa kaukatakan Aku baik?” Tak seorang pun yang baik selain Allah saja. Engkau tentu mengetahui perintah-perintah ini: Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian palsu, jangan menipu orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” Lalu kata orang itu kepada-Nya, “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya, “Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” Mendengar perkataan itu mukanya muram, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka, “Alangkah sukarnya orang yang banyak harta masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus berkata lagi, “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Mereka makin tercengang dan berkata seorang kepada yang lain, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu mungkin bagi Allah.” (Mrk 10:17-27)

Bacaan Pertama: 1Ptr 1:3-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2,5-6,9-10

Kalau kita melihat juga bacaan-bacaan sejajar yang terdapat dalam Mat 19:16-26 dan Luk 18:18-27, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa orang yang mendatangi Yesus itu adalah seorang yang kaya (Mrk 10:22; Mat 19:22, Luk 18:24), masih muda-usia (Mat 19:20), memegang kuasa kepemimpinan (Luk 18:18), dan hidup kerohaniannya juga baik (Mrk 10:20; Mat 19:20; Luk 18:21). Sekilas lintas, kelihatannya orang itu sudah mempunyai segalanya.

Mungkin sulit bagi kita untuk melihat betapa mendalamnya Yesus mengasihi orang muda-kaya ini. Biar bagaimana pun juga, kelihatan bahwa dalam beberapa menit saja Yesus berubah sikap terhadapnya. Mula-mula sikap Yesus terasa positif menyambut dia sebagai salah seorang murid-Nya, namun kemudian Ia mengajar orang itu secara dingin-dingin saja dan kaku. Kita dapat berpikir bahwa, “Ah, semua itu tentunya karena orang itu membutuhkan pertolongan dalam memahami siapa Yesus itu.” Tetapi sebenarnya dilema yang dihadapi orang muda-kaya itu adalah justru hakikat dari apa yang mau diajarkan oleh Yesus kepada kita.

Sesungguhnya, Allah adalah ‘seorang’ Bapa penuh kasih yang ingin memenuhi setiap kebutuhan kita. Namun Allah mengatakan kepada Musa bahwa nama-Nya adalah, “Aku adalah Aku!”/“Akulah Aku” (lihat Kel 3:13-14). Menyandang nama-Nya yang agung sedemikian, Allah tentunya tidak akan mengkompromikan pesan-Nya dengan memperkenankan kita untuk mendahulukan siapa/apa pun juga sebelum Dia atau di atas Dia. Orang kaya itu kiranya mempunyai niat yang agung, namun keragu-raguannya untuk “berpisah” dengan uang (melepaskan kelekatannya pada uang) mengungkapkan suatu ketidakpercayaan pada kemampuan Allah untuk membuatnya “aman” dalam kehidupan ini. Orang muda-kaya ini ternyata tidak memiliki kemauan untuk menjadi penerima-yang-rendah-hati dari rahmat Allah. Sebaliknya, dia merasakan adanya kebutuhan untuk memberi kesan kepada Yesus dengan kerajinannya, walaupun ini bukanlah keprihatinan Yesus yang utama.

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, ingatlah bahwa Allah menginginkan hati kita. Seseorang yang lebih mencintai harta-kekayaan lebih daripada cintakasih-Nya kepada Allah akan diperintah oleh harta-kekayaannya itu, sedangkan seseorang yang telah mempasrahkan hati-Nya kepada Yesus akan dipenuhi dengan kekayaan yang tidak dapat dipahami oleh dunia ini. Tetapi kita juga harus menyadari akan adanya “ironi” dalam kehidupan ini: Kita tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk mempersepsikan apa yang dipertimbangkan oleh masyarakat kita sebagai apa saja yang dinilai paling berharga. Sayangnya, suatu relasi pribadi dengan Allah yang Mahakuasa tidak berada pada puncak daftar prioritas masyarakat.

Sesungguhnya, dunia kita sangat membutuhkan pertobatan …… berbalik kembali kepada Kristus. Tanpa pertobatan batin yang sejati, ujung-ujungnya kita akan menjauh dari Yesus seperti halnya dengan orang muda-kaya dalam bacaan Injil hari ini. Oleh karena itu, baiklah kita bertanya kepada diri kita masing-masing apakah iman kita berakar pada kasih Yesus yang tak tergoyahkan atau cintakasih-cintakasih lainnya telah menjauhkan diri kita dari diri-Nya. Sekarang, marilah kita memandang dalam-dalam wajah Yesus dan memperkenankan pandangan-Nya yang penuh kasih meluluhkan hati kita masing-masing. Marilah dengan tulus-hati kita mencari kehadiran Kristus pada hari ini dan mohon agar Dia menjadi andalan kita dalam segala hal.

DOA: Yesus Kristus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku! Aku membutuhkan kehadiran-Mu pada hari ini. Aku sungguh ingin agar kuat-kuasa Roh Kudus-Mu bekerja dalam diriku. Dengan ini aku meletakkan di hadapan-Mu segala hal dalam hidupku yang tidak berkenan kepada-Mu. Tuhan Yesus, ampunilah aku, orang yang berdosa ini. Amin.

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

1 ulasan:

  1. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja." (Mark 13:32)

    Ayat alkitab tidak menyata tentang Yesus tidak memberitahu soal hari kiamat, tapi jelas menyatakan dia tidak tahu . Maka persoalan timbul , apakah tiga tuhan sama darjatya? atau Sang bapa sahaja yang teragung memandang kan pengetahuan sang bapa melangkaui Yesus?

    Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah (Sang bapa?) saja. (Mark 10:18)

    Jelas Yesus bukan Allah dan tidak setanding Allah

    BalasPadam