Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Jumaat, Julai 27, 2012

PERBAIKILAH TINGKAH LANGKAHMU DAN PERBUATANMU


( Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVI – Sabtu, 28 Julai 2012 )

Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN (YHWH), bunyinya: “Berdirilah di pintu gerbang rumah YHWH, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman YHWH, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada YHWH! Beginilah firman YHWH semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait YHWH, bait YHWH, bait YHWH, melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing, tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain yang menjadi kemalanganmu sendiri, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya. Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah. Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal, kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini! Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman YHWH. (Yer 7:1-11)

Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3-6,8,11; Bacaan Injil: Mat 13:24-30

Kita semua mempunyai cara yang agak “lucu” dalam mencari keamanan dalam hal-hal yang sesungguhnya tidak dapat menjamin keamanan. Dalam pencaharian kita akan “sesuatu pegangan”, kita berpaling kepada berbagai rutinitas, jadual, rituale, dan berbagai objek serta tempat yang familiar. Tidak semua hal itu buruk, namun akan menjadi masalah besar apabila hal-hal itu mengambil tempat yang sebenarnya diperuntukkan bagi Allah dalam kehidupan kita. Menjadi berhala!

Inilah yang terjadi dengan umat Israel pada zaman Yeremia. Mereka percaya pada Bait Suci, … bait YHWH, namun mereka mengabaikan relasi dengan Dia yang semestinya dihormati dan disembah di tempat suci tersebut. Mereka juga mengabaikan hubungan mereka dengan orang-orang miskin yang begitu dikasihi oleh-Nya. Tanda-tanda eksternal keagamaan mereka memberikan rasa aman yang keliru, yang memimpin mereka untuk berpikir bahwa mereka dapat mengabaikan panggilan Allah untuk keadilan dan tetap selamat. Nabi Yeremia mengingatkan mereka: “Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait YHWH, bait YHWH, bait YHWH, melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing” (Yer 7:4-5). Dengan perkataan lain, apabila kita sungguh ingin selamat, maka kita harus membersihkan bait/kenisah diri kita masing-masing (bdk. 1Kor 3:16; 6:19; 2Kor 6:16) agar Allah dapat sungguh berdiam di dalamnya.

Kita melihat bahwa orang-orang Israel telah membuat sesuatu yang sungguh kudus – Bait Suci dan ritualenya – menjadi berhala. Bukankah kita pun kadang-kadang melakukan hal yang serupa? Bukankah “mengagumkan” apabila kita melihat bagaimana Iblis dengan “lihai-licin” mempengaruhi pikiran kita dengan menggunakan “kebenaran setengah-setengah” atau “kebenaran-kebenaran parsial” untuk meyakinkan kita bahwa Allah sesungguhnya tidak dapat diandalkan, sehingga kita harus menaruh rasa percaya pada sesuatu yang lain daripada Allah? Itulah sebabnya, mengapa doa dan pembacaan serta permenungan sabda Allah dalam Kitab Suci bersifat sangat vital. Semua ini memberikan kesempatan kepada Roh Kudus untuk membisikkan kebenaran-kebenaran Allah ke dalam hati kita – kata-kata cintakasih, hikmat-kebijaksanaan, arahan dan koreksi. Lalu kita pun dikuatkan dan senantiasa berjaga-jaga dalam menghadapi si Iblis yang “berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1Ptr 5:8).

Marilah kita memperkenankan Roh Kudus untuk mengajar kita apa yang sesungguhnya berarti bagi Allah dan apa yang sesungguhnya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi kita. Marilah kita belajar untuk menaruh kepercayaan kita pada Allah saja!

DOA: Roh Kudus Allah, tolonglah aku untuk dapat mengenali perbedaan antara suara-Mu dan suara Iblis dan /atau roh-roh jahat pengikutnya. Tunjukkanlah kepadaku apa yang sesungguhnya berarti dalam kehidupan ini. Dengan demikian aku tidak akan mencari keamanan dalam hal-hal eksternal, melainkan pada-Mu saja. Amin.

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan