Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Rabu, Disember 12, 2012

BUNDA MARIA DARI GUADALUPE



Pada hari ini, tanggal 12 Desember, para saudari kita dari Kongregasi “Misionaris Claris dari Sakramen Yang Mahakudus [MC]” (Sorores Missionariae Clarissae a SS Sacramento) merayakan “HARI RAYA SP MARIA YANG TETAP PERAWAN, BUNDA ALLAH PENCIPTA SURGA DAN BUMI GUADALUPE”, Pelindung Utama tarekat mereka.

Suster-suster MC
Kongregasi MC ini didirikan di Guarnavaca, Mexico pada tahun 1945 oleh Madre Maria Ines Teresa Arias Espinosa. Madre Maria ini adalah biarawati Mexico yang selama 16 tahun menjalani hidup kontemplatif di biara Ave Maria dari Ordo Santa Clara (OSC), Ordo II Santo Fransiskus dari Assisi.

Madre Maria sangat mencintai hidup doa, korban dan penyerahan setia dan ingin tetap menjalani hidup sedemikian sampai akhir hidupnya. Namun ternyata melalui dirinya Allah menginginkan sebuah kongregasi suster-suster yang bersifat misioner. Ide ini didukung oleh pemimpin biara dan sesama susternya. Pada tahun 1945 permohonan pendirian kongregasi baru yang bersifat kontemplatif-aktif dikabulkan oleh Paus Pius XII. Enam tahun kemudian jumlah anggotanya mencapai 92 orang.

Pada tanggal 22 Juni 1951, dalam sebuah dekrit Takhta Suci, kongregasi MC secara resmi terdaftar dalam Kongregasi biarawati di Vatikan dengan nama: Misioneras Clarisas Del Santisimo Sacramento (Misionaris Claris dari Sakramen Mahakudus) dengan hak Kepausan. Madre Maria diangkat sebagai Ibu Jendral Pertama. Tugas pelayanan ni dilaksanakan oleh Madre Maria dengan sederhana dan rendah hati sampai hari wafatnya, tanggal 22 Juli 1981.

Para Suster Misionaris Claris mulai berkarya di Indonesia pada zaman Bung Karno, yaitu sejak tanggal 15 September 1960 dan dikenal sebagai Suster-suster Mexico. Kalau anda berminat mengenal para suster MC lebih mendalam, hubungilah mereka di WISMA ST. MARIA DARI GUADALUPE, Perumahan Duren Sawit Baru Blok A-10 No. 10, Jakarta Timur 13440. Telpon: (021) 8618071.

Bunda Maria dari Guadalupe. Dalam bahasa aslinya, bahasa Aztec, kata ini berarti “dia yang menginjak ular”. Pada tanggal 12 Desember 1531, seorang petani miskin Indian yang bernama Juan Diego melapor kepada Bapak Uskup Agung bahwa dia telah melihat Santa Perawan Maria di sebuah bukit yang terletak di luar kota. Bapak Uskup Agung minta sebuah tanda, dan Juan Diego datang kembali dengan mantol yang dipenuhi dengan bunga-bunga mawar yang indah yang telah diberikan kepadanya oleh seorang tuan puteri yang misterius – suatu ketidakmungkinan pada bulan Desember. Pada mantolnya ada sebuah gambar indah dari sang tuan puteri. Perempuan (anak gadis) yang telah menampakkan diri kepada Juan Diego telah menggambar dirinya, dan dia adalah Santa Maria. Sampai hari ini unsur-unsur fisik dari gambar ini tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Ketiga hal ini mengingatkan orang pada waktu Christopher Columbus dan orang-orangnya berlayar menuju benua Amerika pada tahun 1492, yaitu dengan menggunakan tiga kapal layar, yaitu NINA (gadis), PINTA (gambar) dan SANTA MARIA (Santa Maria).

Begitu berita tentang peristiwa penampakan ini menyebar, ribuan orang Indian menjadi percaya kepada Yesus dan menerima baptisan. Juga ada pembaharuan iman di antara ribuan orang-orang Spanyol yang telah dibaptis. Cerita tentang “Bunda Maria dari Guadalupe” adalah sebuah cerita “evangelisasi” yang telah berwujud dalam pertobatan jutaan orang asli Indian di benua Amerika.

Pesan dari gambar ajaib dalam mantol Juan Diego adalah, bahwa Allah itu hidup dan memelihara masing-masing dan setiap diri umat-Nya. Allah menggunakan sarana-sarana yang luarbiasa untuk mencapai umat-Nya di benua Amerika. Tentunya Allah juga sangat berhasrat untuk membebaskan kita semua dari belenggu dosa, menyembuhkan hati kita yang patah, mendamaikan kita yang telah memisahkan diri dari-Nya. Dia begitu berhasrat sehingga kadang-kadang bersedia bahkan untuk “melanggar” hukum alam agar mendapatkan perhatian kita.

Allah tidak hanya ingin agar orang-orang yang tidak beriman Kristiani untuk percaya kepada-Nya, melainkan juga agar mereka yang telah percaya untuk mengenal diri-Nya secara lebih mendalam. Itulah sebabnya, mengapa Dia terus mengirimkan sabda-Nya kepada kita untuk mengingatkan kita bahwa Dia ada bersama kita. Setiap hari Dia menyemangati kita, mendorong kita untuk berjuang dalam menekuni iman kita. Allah menjamin bahwa Dia mengasihi kita dengan kasih yang tidak berubah.

Cilandak, 12 Desember 2012

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan