Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Isnin, Februari 13, 2012

BERBAHAGIALAH ORANG YANG BERTAHAN DALAM PENCOBAAN

( Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Sirilus, Pertapa & S. Metodius, Uskup, Selasa 14-2-12 )

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia. Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata, “Aku sedang dicobai oleh Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. (Yak 1:12-18)

Mazmur Tanggapan: Mzm 94:12-15,18-19; Bacaan Injil: Mrk 8:14-21

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia” (Yak 1:12).

“The Lord of the Rings” adalah novel fiksi yang boleh dikatakan hebat. Salah satu tema dalam novel ini adalah ketekunan heroik walaupun di tengah-tengah pencobaan. Dalam bagian-bagian penting novel itu kita dapat melihat bagaimana para tokoh dalam cerita, misalnya Frodo Baggins – menemukan kekuatan dan pengharapan yang tak terduga-duga sebelumnya – semuanya itu karena mereka tidak mau membuang pengharapan mereka.

Jika hal ini yang dapat terjadi dalam dunia fiksi, maka bayangkanlah lebih banyak lagi yang kita dapat lakukan dalam dunia nyata, apabila kita bersatu dengan Yesus, Tuhan segala ciptaan! (bdk. 2 Flp 2:10-11). Barangkali ada saat-saat di mana kita merasa ciut-hati, galau, atau hampir putus-asa. Namun sabda-Nya dalam Kitab Suci meyakinkan kita bahwa Allah itu Mahakuasa dan mampu menyelamatkan kita. Dia selalu siap untuk melepaskan kita dari kesusahan dan mendukung kita pada saat-saat yang sulit (lihat Mzm 94:14-18).

Sampai berapa sering kita harus menemukan kasus bahwa bertekun berdasarkan kekuatan kita sendiri tidaklah memadai dalam menghadapi berbagai tantangan? Musuh-musuh kita (Iblis dan roh-roh jahatnya) terlalu kuat apabila kita lawan hanya dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Namun dalam hal seperti itu, ingatlah sabda Yesus: “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia!” (Yoh 16:33). Akhirnya, ketekunan bukanlah sesuatu yang dapat kita lakoni dengan kekuatan kita sendiri. Ketekunan yang sesungguhnya hanya akan terjadi apabila mengawali setiap hari kita berada bersama Allah dalam doa dan pembacaan/renungan atas sabda Allah dalam Kitab Suci, dan hal itu berkelanjutan selagi kita melakukan yang terbaik untuk berada dekat dengan Allah sepanjang hari.

Kita bertekun dengan mengklaim – dalam iman – kemenangan yang telah dimenangkan oleh Yesus bagi kita. Dengan memegang erat-erat ujung jubah Yesus dan mengikuti-Nya menuju kemenangan. Apa artinya hal ini bagi kita masing-masing? Artinya kita dipanggil untuk hidup bagi Yesus di mana saja Dia telah menempatkan kita, dan untuk tugas pelayanan apa saja yang telah ditentukan-Nya bagi kita. Apakah anda seorang biarawati yang sehari-harinya melayani sebagai guru? Kasihilah murid-muridmu tanpa diskriminasi sebagaimana Yesus mengasihi. Apakah anda seorang anggota polisi? Lindungilah orang-orang yang lemah dan sungguh perlu perlindungan dengan penuh empati, seperti yang telah dicontohkan oleh Yesus. Apakah anda seorang pemimpin gerejawi, misalnya uskup yang memimpin keuskupan, seorang pastor (gembala) paroki, anggota dewan paroki dst.? Jadilah seorang pemimpin gerejawi yang melayani (servant leader) di mana salah satu cirinya adalah kepemimpinan yang memberi contoh lewat kehidupan anda sendiri (leadership by example). Apakah anda seorang Ketua RT, Ketua RW, lurah, camat, bupati, Wali Kota, Gubernur, menteri dlsb. sampai puncak tertinggi dalam pemerintahan negara ini? Lakukanlah tugas anda dengan cara-cara yang berkenan kepada Allah. Jadilah benar di hadapan hadirat-Nya. Demikian pula halnya apabila anda adalah tokoh bisnis, anggota pimpinan perusahaan, kepala rumah tangga dst. Di mana saja dan kapan saja – di dalam biara, di tempat kerja dst. – sebagai murid Yesus anda jangan pernah berhenti menunjukkan kasih Yesus kepada orang-orang di sekeliling anda. Jangan pernah lupa bahwa Yesus adalah milik kita yang istimewa dan bahwa setiap tindakan kasih atau doa memiliki kuat kuasa yang sedemikian luarbiasa sehingga dapat memindahkan gunung-gunung spiritual.

DOA: Tuhan Yesus, anugerahilah kami pengharapan akan Dikau, sehingga kami dapat bertekun sepanjang waktu. Amin.

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan