Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Ahad, Februari 05, 2012

RUMAH KEDIAMAN BAGI ALLAH

( Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Petrus Baptista, Paulus Miki, Filipus dari Yesus dkk., Martir-martir, Senin 6-2-12 )


Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN (YHWH) dari kota Daud, yaitu Sion. Maka pada hari raya di bulan Etanim, yaitu bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel. Setelah semua tua-tua Israel datang, maka imam-imam mengangkat tabut itu. Mereka mengangkut tabut YHWH dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul dihadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian YHWH itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub; sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas.

Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan YHWH dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir.

Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah YHWH, sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan YHWH memenuhi rumah YHWH.


Mazmur Tanggapan: Mzm 132:6-10; Bacaan Injil: Mrk 6:53-56
Pada waktu itu berkatalah Salomo; “YHWH telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.” (1Raj 8:1-7,9-13)

Akhirnya hari yang mahapenting ini datang juga. Hari pemberkatan Bait Suci di Yerusalem adalah puncak dari sejarah Israel, suatu tanda kemenangan bagi YHWH dan tanda pengharapan bagi sebuah bangsa yang masih muda. Bait Suci memainkan peranan sentral dalam sejarah Israel, sehingga tidak mengherankanlah apabila cerita tentang pembangunannya saja memenuhi empat bab dalam Alkitab (1Raj 5-8). Kecemerlangan Bait Suci ini dibuktikan dengan acuan yang sering dibuat dalam keempat bab ini tentang jenis-jenis kayu yang dipakai, batu-batu, dan kelimpahan emas dan dekorasi-dekorasi lainnya yang digunakan dalam bangunan Bait Suci. Jelas pemikirannya adalah, bahwa apabila YHWH itu penting, maka tempat tinggal bagi kehadiran-Nya juga harus cemerlang.

Hari itu tidak ada tandingannya dalam sejarah bangsa Israel. Hari itu adalah suatu hari penuh sukacita dan penghormatan yang penuh ketakjuban karena Allah menunjukkan rasa senang terhadap puji-pujian umat-Nya. Setelah para imam menempatkan dengan baik tabut perjanjian YHWH di tempat mahakudus, maka datanglah awan memenuhi rumah YHWH, dan kemuliaan dari kehadiran Allah begitu penuh kuasa sehingga para imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian.

Apabila imam-imam YHWH dapat “ditundukkan” oleh kehadiran Allah, bayangkanlah apa yang Ia dapat lakukan dalam diri kita! Kita tidak perlu lagi secara fisik pergi ke Yerusalem. Yesus hadir secara riil/nyata dan dengan cara yang penuh kuat-kuasa di setiap gereja/kapel yang memelihara Sakramen Mahakudus dalam tabernakel.

Para kudus memberikan kepada kita apa yang dapat dilakukan Allah bilamana kita duduk-diam di hadapan-Nya dalam Sakramen Mahakudus. Santo Filipus Neri [1515-1595] sangat senang berdoa di dekat tabernakel dalam gerejanya di Roma. Terkadang dia begitu larut dalam sukacita karena berada bersama Tuhan Yesus sehingga imam-iman lainnya menemukan dia di lantai sedang tertawa dan berkata: “Cukuplah Tuhan, saya mohon kepada-Mu! Aku tidak dapat tahan dengan sukacita yang begitu besar!” Seorang imam Fransiskan-Kapusin yang saleh – Solanus Casey [1870-1957] – seringkali memakai malam hari untuk berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus sampai tertidur di bawah tabernakel. Ia bangun dari tidurnya beberapa saat sebelum Misa Pagi dimulai. Banyak lagi contoh-contoh lain! Yang jelas Yesus ingin memenuhi diri kita dengan setiap karunia yang baik dan sempurna. Jadi, kita mau tunggu apa lagi?

DOA: Tuhan Yesus, Engkau pantas untuk tinggal dalam rumah yang paling sempurna di dalam dunia, namun Engkau memilih untuk berdiam dalam sebuah tabernakel dalam rupa roti sederhana. Datanglah, Tuhan, dan jadikanlah hatiku sebagai rumah-Mu juga. Amin.

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan