Halaman

"BAPA YANG KEKAL KUPERSEMBAHKAN KEPADA-MU, TUBUH DAN DARAH, JIWA DAN KE-AILAHAN PUTERA-MU YANG TERKASIH TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, DEMI PENEBUSAN DOSA-DOSA KAMI DAN DOSA SELURUH DUNIA" - YESUS RAJA KERAHIMAN ILAHI, AKU PERCAYA KEPADA-MU

Jumaat, Februari 17, 2012

DOSA KARENA LIDAH

( Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VI, Sabtu 18-2-12 )

Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kamu tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; siapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia orang yang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehcndak juru mudi. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan hal-hal yang besar.

Lihatlah, betapa pun kecilnya, api dapat membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api; lidah merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedangkan lidah itu sendiri dinyalakan oleh api neraka. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang melata dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh manusia, tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tidak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. Dengan lidah kita memuji Tuhan dan Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Alllah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, Saudara-saudaraku, tidak boleh terjadi. (Yak 3:1-10)

Mazmur Tanggapan: Mzm 12:2-5,7-8; Bacaan Injil: Mrk 9:2-13

Ada ungkapan dalam bahasa Inggris yang berbunyi: “Sticks and stones may break my bones, but words can never hurt me”; terjemahannya kira-kira sebagai berikut: “ Tongkat-tongkat dan batu-batu dapat mematahkan tulang-tulangku, namun kata-kata tidak pernah dapat menyakitiku.” Ungkapan itu terlalu menganggap enteng dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh ucapan kata-kata. Teristimewa bagi orang yang pernah menjadi korban gossip, korban fitnah, korban character assassination, ungkapan di atas terasa seperti omong kosong, karena kata-kata yang diucapkan seseorang sungguh dapat menyakiti orang-orang lain. Lidah yang terkendali mungkin hanya menyebabkan iritasi ringan, namun dapat juga menghancurkan reputasi seseorang dan mematikan dirinya.

Dalam bacaan hari ini, Yakobus menunjukkan kuasa lidah ketika dia membandingkan lidah itu dengan kemudi kapal, yang meskipun kecil tetapi dapat mengendalikan kapal menurut kehendak juru mudi. Lidah-lidah kita juga memiliki kuat-kuasa untuk menggerakkan kita menuju ke tempat-tempat yang berbeda, yang kita ingin datangi atau pun yang kita tidak inginkan.

Sampai seberapa seringkah kita telah mengatakan sesuatu yang telah mengubah relasi kita dengan seseorang, bahkan sampai merusak reputasi orang itu. Barangkali kita ingin menarik kembali kata-kata yang telah kita ucapkan, namun semuanya telah terlambat. Kiranya tidak ubahnya dengan upaya memasukkan kembali odol ke dalam tube-nya. “The damage has already been done”, dan bagaimana pun mendalamnya pertobatan kita, ada sebagian kerusakan yang tidak pernah dapat diperbaiki.

Kalau kita mau berterus-terang, dengan kadar yang berbeda-beda tentunya, kita semua telah pernah bersalah dengan lidah kita. Yakobus mengatakan, bahwa hanya seorang pribadi yang sempurnalah yang senantiasa mampu mengendalikan lidahnya. Walaupun demikian, semua ini tidak berarti tidak ada lagi pengharapan. Dengan rahmat Allah kita dapat belajar mengendalikan apa saja yang kita katakan. Selagi kita bekerja sama dengan Roh Kudus, kita dapat mempelajari kiat seperti diajarkan Santo Paulus: “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah, Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2Kor 10:5). Ini mungkin saja merupakan sebuah proses sepanjang umur, namun kita tidak pernah terlambat untuk memulainya sekarang.

Bagaimana memulainya? Pertama-tama kita memahami kuasa menakjubkan yang kita coba untuk mengendalikannya, kemudian bertanya, “Mengapa aku ingin mengucapkan kata-kata yang akan kuucapkan? Apakah aku mengerti konsekuensi-konsekuensi dari kata-kata yang kuucapkan? Sangat pentinglah bagi kita untuk mengingat bahwa orang yang kita “omongin” adalah seorang pribadi manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sendiri (lihat Kej 1:26). Seorang pribadi yang tidak sempurna? Ya, tetapi dia tetaplah makhluk ciptaan Allah yang pantas dihormati seperti kita sendiri pun ingin dihormati dengan selayaknya.

DOA: Bapa surgawi, bebaskanlah aku dari hasrat untuk berbicara dengan tidak baik tentang orang-orang lain. Semoga lidahku tidak pernah sampai merusak reputasi sesoerang. Ya Tuhan Allahku, bersihkanlah hatiku agar yang keluar dari mulutku hanyalah puji-pujian bagi-Mu dan berkat-berkat bagi saudari dan saudaraku. Amin.

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Tiada ulasan:

Catat Ulasan